Pernah bertanya-tanya kenapa Anda bisa begitu menghayati suatu musik atau lagu? Misalnya, lagu melankolis yang Anda dengarkan ketika sedang patah hati atau lagu yang entah kenapa bisa membuat Anda begitu bersemangat? Nah, pertanyaan itu juga menjadi minat para peneliti yang mendalami teori emosi dalam musik. Ya, musik dapat mempunyai muatan emosi tertentu, tapi “di mana” letak fungsi afektif (emosional) musik itu. Pada musik itu sendiri atau pada si pendengarnya? Maksudnya, kita bisa bilang musik itu mengekspresikan emosi tertentu karena properti inheren dari musik (melodi, tempo, dll) atau karena faktor personal dari kita sebagai si pendengar?
Menurut Alf Gabrielsson, seorang ahli di bidang psikologi music, untuk memahami ekspresi emosi dalam musik, kita perlu membedakan antara proses “emotion perception” dan “emotion induction”. Maksudnya, seorang pendengar musik dapat saja menangkap ekspresi emosi dari sebuah musik tanpa perlu mengalami emosi itu sendiri. Proses inilah yang dimaksud dengan emotion perception atau persepsi emosi yang terkandung dalam musik. Itu artinya ada nilai “objektif” dari fungsi emosional musik, yang membuat kita sebagai pendengar dapat mengenali musik yang bernuansa ’sedih’, ‘gembira’, ‘relaxing’ , dsb. Lebih jauh lagi, saat mendengar sebuah musik, kita dapat ‘mengalami’ emosi tertentu. Inilah proses emotion induction, di mana musik membawa kita hanyut dalam emosi tertentu. Seseorang, karenanya, dapat dengan bebas memberikan respon emosi terhadap musik yang didengarnya. Secara gamang, emotion perception dimaksudkan sebagai kerja intelektual (sebatas proses persepsi kognitif) sementara emotion induction melibatkan respon emosional (apa yang dirasakan saat mendengar musik tertentu).
Seorang teman saya yang mempelajari gitar klasik, misalnya, mengakui bahwa dia cukup sering melakukan “analisa” saat memainkan sebuah lagu. Pada saat melakukan kerja intektual itu, dia cenderung tidak memberikan respon emosi, tapi lebih menekankan pada pengenalan kunci gitar, ketukan, dan properti music lainnya. Seorang teman lain yang juga mempelajari teknik bermain gitar klasik juga setuju bahwa kalau sedang belajar komposisi gitar lewat audio file, ia akan cenderung “cuek” dengan emosi yang ada dalam lagu tersebut. Tapi, mereka dapat memahami muatan emosi yang terkandung dalam musik yang mereka dengar. Misalnya, tempo cepat untuk musik yang riang dan tangga nada minor untuk menyampaikan kesedihan. Sampai di sini, mereka melakukan proses penilaian musik secara intelektual (persepsi emosi). Di lain pihak, mereka memahami bahwa musik bisa juga mencuatkan sisi melankolis mereka (terinduksi emosi). Contohnya, saat mendengar alunan string instruments seperti cello, biola, atau gitar, dari komposisi tertentu.
Di samping itu, perbedaan keduanya akan sangat terlihat ketika kita mencermati hubungan emotion perception dan emotion induction itu sendiri. Tidak secara otomatis penikmat musik akan merasakan emosi sejalan dengan ekspresi emosi yang ditampilkan dalam si musik. Sebagai penggemar Tárrega, kedua teman saya tadi mempunyai persepsi yang berbeda terhadap Lágrima, salah satu karya maestro gitar asal Spanyol tersebut. Lágrima yang mempunyai ciri khas “lagu sedih” (percaya atau tidak, ciri-ciri emosi dalam lagu itu mempunyai rumusan tersendiri) dimaknai salah seorang teman saya sebagai lagu yang membuat dia merasa senang, walaupun dia tahu nuansa “asli” lagu tersebut. Apalagi kami sama-sama tahu Lágrima berarti air mata. More or less, it shows how we can differ “knowing the feel of the music” and “feeling the music”.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa musik yang ekspresif nilainya ada pada musik itu sendiri (karenanya dapat dilakukan emotion perception) sekaligus pada si pendengar (terkait dengan emotion induction). Yang perlu diperhatikan lagi adalah adanya faktor ketiga : faktor situasional. Bagaimana musik itu dipresentasikan berpengaruh juga dalam urusan emosi ini. Misalnya, coba saja bandingkan sensasi emosional Anda saat mendengar sebuah musik sendu saat sebenarnya Anda sedang merasa senang dan saat Anda sedang meresa sedih. Saya jamin berbeda!
Sumber gambar : http://ruangpsikologi.com/warna-warni-emosi-dalam-musik
Read more...
Saturday, July 10, 2010
Warna-Warni Emosi dalam Musik.
Ku Yakin dan Ku Berhasil
Ku tahu ini semua salahku
Yang tak pernah menghargai dirimu
Tapi percayalah hati ini milikmu
Yang akan slalu merindukanmu
Dan ku tahu ku tak bisa berubah
Tuk jadi apa yang kau inginkan
Tapi ku tahu kau juga cinta aku
Dan tak ingin pergi tinggalkanku
Oh Tuhan maafkanlah aku
Yang tak bisa menjaga keabadian cinta
Namun ku yakin cintaku kan bersatu
karna ku tahu dia hanya mencintaiku
Ku rela kau pergi dari hidupku
Jika memang kau tak mencintai aku
Tapi ku mohon jujurlah padaku
Tentang semua isi hatimu
Sebuah syair yang aku ciptakan saat rasa sakit itu menghampiriku. Sebuah syair yang telah ku jadikan sebuah lagu. Memang benar ketika kita yakin kita akan berhasil. 3 tahun aku sangat yakin bahwa dia hanya mencintaiku ternyata memang benar, sekarang dia telah menjadi milikku. Aku harus bisa menjaganya, menyayanginya dan tak boleh sedikitpun menyakitinya.
Kepercayaan datang dari diri kita sendiri. Percaya, lakukan dan sukses!
To Silfira:
Semoga hubungan kita berakhir sampai takdir memisahkan kita, amin.
Read more...
Thursday, June 24, 2010
Pasti Ini yang Terbaik
Usia SMP telah usai. Tak terasa 3 tahun yang sungguh mengagumkan itu telah berlalu. Rasa senang pastilah sangat besar. Namun rasa kecewa ini mengalahkan semuanya. Usaha telah aku lakukan untuk mendapatkan yang terbaik, entah mengapa takdir berkata lain. hanya nilai kepala 8 yang aku miliki. Memang benar kata dia (orang yang aku sayangi) bahwa aku harus tetap bersyukur karena masih banyak orang-orang di luar sana yang kurang beruntung. Mudah untuk di dengar tapi sangat sulit untuk di lakukan. Apalagi aku harus menerima kenyataan bahwa aku harus puas dengan menghabiskan masa SMA ku di sekolah yang tak ku harapkan. Tapi mungkin ini yang terbaik. Aku percaya pada-Nya. Dia pasti punya hal yang terbaik buatku. Tuhan tahu tapi Dia menunggu.
Namun yang membuatku sangat kecewa sekali adalah sistem penerimaan siswa baru sekolah RSBI. Mengapa di zaman seperti ini uang masih saja berbicara? Kurang pedihkan azab dari-Nya? kita tahu apa yang ada di pikiran oknum-oknum tersebut. Tapi semoga saja mereka segera brtaubat sebelum azab datang.
Thank you Mancaksa. you always in my heart. For now and every time.
Buat ortu ku yang kucintai, maaf aku sudah mengecewain untuk ke-2 kalinya. Namun aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Aku yakin Allah punya jalan lain untuk ini semua. Semoga engkau dapat menerima semua kenyataan ini dengan lapang dada. I love u so much.
Read more...
Thursday, January 7, 2010
Orang-Orang Hebat dalam Hidupku
Perjalanan hidup memang penuh dengan lika-liku. Kadang senang, sedih, mebosankan terkadang juga ingin cepat mengakhirinya. Hidup memang penuh dengan segala cobaan, halangan serta rintangan. Hidup tak selamanya harus tertawa dan berada di kalangan atas, ada saatnya kita harus merasakan bagaimana dinginnya tidur beralaskan daun pisang saja atau bahkan tidak beralaskan apa-apa. Namun itu lah hidup. Terkadang kita berfikir bahwa hanya dengan kemewahan, kekayaan dan tahta yang tinggi lah kita bisa merasakan kebahgiaan hidup. Tapi itu salah semua, seperti pengalamanku:
Harta, kemewahan telah aku rasakan dalam hidupku. Apapun yang ku inginkan pasti terwujud. Entah itu dari hal yang kecil maupun besar. Aku besar dengan segala kecukupan di bidang ekonomi. Namun aku selalu merasakan kurang, kurang dan kurang. Aku masih ingin memiliki lebih dari kemewahan ini semua. Hal ini membuat diriku merasa tidak nyaman, aku selalu menjaga imageku di depan semua orang sebagai anak yang mewah, aku tak bisa bebas seperti teman-teman lain. Aku merasakan terpenjara di kebebasan dunia ini. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orang-orang hebt di sekitarku. Orang-orang yang selalu memberiku semangat, memberiku motivasi dan memberiku tujuan hidup yang jelas.
Aku tahu dulu aku pernah tidk mendengarkan mereka semua dan aku menganggap mereka tak berarti apa-apa dalam hidupku. Ternyata mereka lah yang memang benar-benr sayang aku, yang peduli sama aku dan memberiku kenyamaan hidup di dunia ini.
Berawal dengan bergabungnya aku di OSIS, aku berkenalan dan bisa dekat dengan orang-orang hebat. Dan aku bisa mengetahui siapa orang yang benar-benar sayang aku. Sungguh aku menyesal pernah meninggalkan dia demi kepuasan sesaat saja.
Berjalannya waktu semakin sadarnya aku akan kesalahanku meninggalkan dan melupakan orang-orang yang sayang aku. Akhirnya Phitoez telah kembali dalam hidupku ini. Phitoez membuatku berani mengekspresikan diriku sendiri tanpa ku menjaga image yang memang bukan diriku sendiri. Phitoez telah membuat hidupku menjadi lebih bermakna. Kembalinya Phitoez dalam kehidupanku menambah kesempurnaan dalam hidupku ini.
Dari sedikit ceritaku di atas, aku dapat menyimpulkan bahwa kebahgiaan hidup bukan di nilai dari harta, tahta atau kemewahan namun kebahagiaan batin, ketenangan batin, pikiran, kejernihan pikiran itulah kebahagiaan sesungguhnya. Dan harta yang paling besar dalam hidup ini adalah orang-orang hebat di sekitar kita.
Orang-orang hebat dalam hidupkku adalah:
1. Ibu ku ( Ibu yang hebat, yang sayang aku sepenuh hati, yang selalu mendukung aku
2. Ayah ku ( Ayah yang super, duber hebat, yang selalu memberiku motivasi, mengajariku berfikir dewasa dan mengingatkanku untuk bersyukur kepada Allah)
3. Kakak ku ( kakak yang selalu memberiku prinsip hidup yang hebat)
4. Mas Taufik ( teman yang selalu mengajariku untuk berfikir kritis dan berfikir dewasa)
5. Silfira ( orang special dalam hidupku, yang selalu membuatku bahagia dan tak pernah putus asa, org yang selalu memberiku nasihat, orang yang selalu sabar menghadapi aku, orang yang selalu membuatku sadar akan arti dari cinta sejati, orang yang selalu memberiku inspirasi dalam setiap langkahku)
6. Prajurit Phitoez:Dabie, Komo, Izzy, Shinta (sobat yang luar biasa dalam hidupku, yang membuat hidupku lebih bermakna)
7. Guru-guruku: Bu Aulia, Bu Anis Sulalatin, Bu Any, Bu Syam (Guru yang luar biasa, guru yang selalu memberiku semangat dalam menjalani kehidupan dan meyakinkan ku bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan)
8. Semua sahabat-sabahatku (Orang-orang yang selalu mau mendengarkanku, baik aku lagi sedih, seneng ataupun marah. Orang yang selalu mau menemaniku di keadaan apapun)
Orang -orang hebat dalam hidupku akan selalu terukir dalam hati dan pikiranku. Mereka telah membuat hidupku ini menjadi lebih sempurna, menjadi lebih bermakna. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung.
Terima kasih Ya Allah, Engkau telah memberikanku nikmat yang luar biasa, yaitu orang-orang hebat di sekitarku.
Read more...
Tuesday, December 15, 2009
Manusia dan Musik
Di dalam melakukan suatu pekerjaan pastinya manusia yang normal memiliki rasa jenuh. Rasa jenuh jika di biarkan saja akan mengakibatkan hal yang sangat fatal. Oleh karena itu jika dalam melakukan suatu pekerjaan dan sudah merasa sangat jenuh, pekerjaan itu harus ditinggalkan terlebih dahulu. Untuk menghilangkan rasa jenuh tidak hanya sekedar berhenti bekerja untuk sementara waktu, namun juga dengan cara melakukan refreshing otak. Ada banyak hal yang bisa di lakukan untuk merefreshing otak, di antaranya: bertamasya bersama keluarga, menyalurkan hobi, bersantai di rumah dan masih banyak yang lainnya. Namun dalam kenyataannya, seni lah yang banyak di pilih oleh orang untuk menyegarkan kembali pikirannya.
Seni adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Seni banyak di gunakan oleh manusia untuk menyalurkan bakat, hobi serta hanya sekedar untuk bersenang-senang melepas kejenuhan. Seni memang beragam jenisnya, namun seni musiklah yang banyak di minati oleh masyarakat luas, karena dari masyarakat kalangan apapun, seni musik dapat di nikmati. Dengan kenyataan ini seni musik dapat di katakan sebagai salah satu kebutuhan hidup manusia.
Dengan melihat catatan sejarah, seni musik dapat dinyatakan sebagai salah satu kebutuhan hidup manusia. Hal ini di karenakan musik tidak bisa lepas dari peradaban hidup manusia. Sejarah tentang seni musik memang tidak di ketahui secara betul. Namun di dalam buku yang di tulis oleh Marcus Weeks dengan judul Music, musik sudah di temukan sejak zaman batu yaitu dengan ditemukannya alat musik seperti seruling yang terbuat dari tulang di daerah Eropa, Afrika Utara dan Asia barat. Untuk memperkuat hal tersebut, di dalam buku yang di tulis oleh Fu Chunjiang yang berjudul Origins of Chinese Music, di jelaskan bahwa sejarah musik Tionghoa ada sejak sebelum masa Kaisar Huangdai (Kaisar Kuning) yaitu Kaisar pertama Tionghoa. Dengan demikian musik Tionghoa ada sejak tahun 3.000 SM. Selain itu, di dalam sejarah Islam musik berkembang pesat sejak tahun 767 M, musisi muslim yang terkenal pada masa itu adalah Ishaq Al- Mausili, (dikutip dari: http://www.islamic-center.or.id/-slamiclearnings-mainmenu-29/syariah-mainmenu-44/27-syariah/769-musik-di-dunia-islam-).
Selain tidak bisa lepas dari peradaban hidup manusia, musik memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Musik memiliki manfaat psikologis bagi manusia, yaitu: membuat jadi rileks, membuat emosi menjadi positif, mengurangi kecemasan dan stress, merubah mood menjadi positif dan masih banyak lagi. Bagi kesahatan musik juga memiliki manfaat yang luar biasa. Ilmuwan muslim yang bernama Al- Farabi menjadikan musik sebagai media terapi untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti demam, meningitis dan lainnya,(dikutip dari: http://www.suaramedia.com). Di Amerika Utara dan Eropa, para ahli terapi musik bekerja di pusat-pusat rehabilitasi dan berbagai rumah sakit. Terapi musik adalah intervensi musik untuk memulihkan, menjaga dan memperbaiki kesehatan emosi, fisik, psikologis dan spiritual. Berbagai literatur mendukung keampuhan terapi musik, bahkan asosiasi terapi musik Amerika (AMTA) mempunyai data yang paling komprehensif terhadap terapi musik. Kini musik dapat dimanfaatkan dalam mengurangi rasa nyeri pada penderita kanker atau pada penderita alzheimer yang kehilangan daya ingat dapat bernyanyi mengikuti standard. Korban kecelakaan yang mengalami trauma otak dapat bermain drum bersama penderita parkinson dan stroke yang bagian tubuhnya mati separuh dapat mengikuti irama metronom (alat yang menghasilkan ketukan berulang-ulang dengan interval yang teratur). Wanita hamil dengan iringan musik dapat berlatih pernapasan dan relaksasi selama kontraksi daripada menggunakan anestetik. Terapi musik juga digunakan untuk menurunkan darah, meringankan trauma keluhan, mengurangi depresi (terbukti bukan di saat anda stress dan mempunyai banyak masalah, anda akan merasa lebih tenang saat mendengarkan musik) dan memberikan pelampiasan bagi mereka yang pendiam.
Terapi musik dianggap sebagai alat yang mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan gangguan-gangguan neurologis. Pasien penderita gangguan syaraf yang tidak bisa bergerak atau berjalan, kadang-kadang bisa bernyanyi dan bahkan menari mengikuti musik. Terapi musik juga diberikan pada anak-anak cacat untuk membantu belajar dan berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, musik juga sangat bermanfaat bagi perkembangan otak manusia serta metode pendidikan.
Pendidikan adalah hal yang sangat di butuhkan oleh setiap manusia. Entah itu pendidikan jasmani, rohani, mental, ilmu pengetahuan dan lain-lain. Dalam dunia pendidikan, musik tak bisa di lepaskan kembali. Pada abad pertengahan musik dijadikan pelajaran di bidang kedokteran. Selain itu seorang ilmuwan matematika yaitu Phytagoras adalah seorang musisi, (dikutip dari buku berjudul Music, Marcus Weeks). Dia mempelajari matematika serta menemukan rumus-rumus menggunakan teori musik. Hal yang tidak kalah menarik adalah seorang yang jenius di muka bumi ini, yaitu Albert Einstein juga seorang musisi. Dia mempelajari ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode musik. Di samping memperdalam ilmu pengetahuannya, Einstein juga memperdalam ilmu musik terutama permainan piano. Tokoh yang tak kalah dari Einstein yaitu guru dokter dunia Ibnu Sinai juga mempelajari musik.
Selain hal di atas, banyak penelitian membuktikan, janin menunjukkan reaksi tertentu jika diperdengarkan musik. Ibu yang sedang hamil merasakan gerakan janin yang semakin cepat atau justru lebih santai. Sementara itu, banyak juga yang berpendapat musik klasik yang diperdengarkan ibu hamil dan juga janinnya, dapat membuat kecerdasan pada anak lebih tinggi.
Psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat pada tahun 1994 melakukan penelitian yang membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi, dan keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik, meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik. Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D. mengatakan, “Dalam otak manusia, jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika manusia mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan”. Rupanya mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi. Tapi, ini bukan berarti setiap orang harus memiliki grand piano di rumah.
Melalui kegiatan bermain, anak memperoleh manfaat dari musik. Dr. Dee Joy Coulter, seorang pendidik Neuroscience dan penulis buku Early Childhood Connections : The Journal of Music and Moment-Based Learning, mengklasifikasikan lagu-lagu, gerakan dan permainan anak sebagai latihan untuk otak yang brilian. Mengenalkan anak pada pola bicara, keterampilan-keterampilan sensory motor, dan strategi gerakan yang penting. Melalui permainan yang mengandung musik, tak hanya perkembangan bahasa dan kosa kata saja yang meningkat, tapi juga berita dan keterampilan beriramanya. Logika membuat anak nantinya mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Pendidikan prasekolah pun menggunakan musik sebagai bagian dari proses pendidikan, dikarenakan berbagai manfaat yang didapat dari musik, (dikutip dari: http://www.dokteranakku.com).
Musik tidak hanya bermanfaat bagi tumbuh kembang anak kecil, namun manfaat musik dapat di rasakan oleh semua orang, entah tua, muda, sehat maupun sakit. Meski efek musik pada orang sehat tidak sebesar pada orang sakit, tapi dalam hal ini musik berperan sebagai terapi preventif. Coba bayangkan ketika mendengarkan musik, apalagi bila lagu itu adalah lagu kesayangan, hati pasti merasa terhibur. Menurut para ahli, musik merupakan terapi psikofisika, artinya bisa mencakup ke dua hal yaitu psikis dan fisik. Keduanya merupakan kesatuan dalam tubuh manusia, dengan musik kedua aspek ini menjadi berimbang.
Dalam prakteknya terapi musik bisa terdiri dari dua hal yaitu aktif dan pasif, dengan pendekatan aktif maka pasien dapat turut serta aktif berpartisipasi. Misalnya saat mendengarkan musik mereka dapat ikut bersenandung, menari atau sekedar bertepuk tangan. Sedangkan yang sifatnya pasif jika pasien hanya bertindak sebagai pendengar saja, meski sebagai motorik mereka tampak pasif, namun sesungguhnya aktivitas mentalnya tetap bekerja. Mereka bisa berimajinasi sesuai dengan tema musik yang mereka dengarkan. Misalnya musik romantis dapat membuat mereka teringat akan kenangan indah mereka.
Tempo musik menentukan suasana hati si pendengar, tempo standar musik klasik (tempo moderato) hampir sama dengan denyut nadi manusia rata-rata. Musik yang dimainkan dengan irama yang cepat dianggap dapat memberi semangat dan musik dengan irama yang pelan dapat menenangkan. Para Pakar Medis masih berhati-hati sebelum menyatakan secara tegas efek penyembuhan oleh musik. Terapi musik bukanlah pengganti perawatan medis standard namun hanya bersifat melengkapi. Hubungan antara musik dan penyembuhan selama ini jelas positif, kalangan ilmuwan perlu meneliti lebih jauh mengenai masalah ini.
Kenyataan yang ada musik pada zaman sekarang masih terkesan memiliki efek negatif. Hal ini terjadi karena banyak sekali penyelewenga akan musik itu sendiri. Sebagai orang yang menghargai, mencintai serta memiliki ilmu pengetahuan tinggi wajiblah untuk mengembalikan image musik di kalangan masyarakat luas. Image musik yang merupakan kebutuhan hidup manusia dan makhluk misterius yang telah menemani peradaban hidup manusia.
Read more...
